TRIBUNNEWS.COM, MALANG – Ribuan Aremania yang tak puas dengan penampilan Arema ketika Singo Edan dikalahkan Persela Lamongan 0-2 (0-0) di final Piala Gurbernur, Minggu (30/12/2012), meluapkan emosinya ketika laga usai di Stadion Kanjuruhan.
Aremania turun ke lapangan dan berjalan ke arah tribun VIP untuk menyerukan keinginannya, menuntut mundur pelatih Arema, Rahmad Darmawan (RD).
Aremania yang mencoba merangsek ke tribun utama, mendapat hadangan ketat aparat kepolisian yang berjaga. Tak ayal, bentrokan terjadi dan beberapa Aremania sempat diamankan pihak polisi karena dianggap provokator.
Sebagian lagi membentangkan spanduk besar bertuliskan “Save The Pride” dan “Tak Lagi Edan” yang langsung merobeknya di tengah lapangan sebagai simbol hilangnya jiwa Singa di tubuh Arema. dan hampir semua Aremania menyanyikan satu lagu, menuntut mundur RD dari kepelatihan Arema.
Meski tak ada korban jiwa, kerusuhan ini sempat membuat aparat keamanan bekerja keras dan menurunkan tim anjing pelacak. Bahkan ketika wasit Prasetyo Hadi meniup peluit akhir, wasit asal Gresik ini sempat menjadi incaran Aremania yang tidak puas. Beruntung wasit Hadi mendapat pengawalan kepolisian, yang langsung melindunginya masuk ke ruang ganti dengan aman.
Ditarget mundur, RD langsung berkomentar dirinya siap bertanggung jawab secara penuh apabila Arema tidak menjadi juara Liga Super Indonesia.
“Tanggung jawab saya untuk Arema adalah di liga. Jika kami tidak juara, seperti target saya dan manajemen, saya siap mundur,” kata RD usai pertandingan.
Liga Indonesia
Sebagian Pemain Persija Mogok Main Lantaran Gaji Belum Dilunasi
Isi Liburan, Pemain Persiba Bantul Kery Yudiono Pilih Main Musik
Pemain ISL Ditunggu Bergabung sampai 6 Januari
Ini Langkah PSSI Membentuk Timnas Indonesia
Klub-Klub ISL hanya Mengakui PSSI KLB Ancol
Aremania turun ke lapangan dan berjalan ke arah tribun VIP untuk menyerukan keinginannya, menuntut mundur pelatih Arema, Rahmad Darmawan (RD).
Aremania yang mencoba merangsek ke tribun utama, mendapat hadangan ketat aparat kepolisian yang berjaga. Tak ayal, bentrokan terjadi dan beberapa Aremania sempat diamankan pihak polisi karena dianggap provokator.
Sebagian lagi membentangkan spanduk besar bertuliskan “Save The Pride” dan “Tak Lagi Edan” yang langsung merobeknya di tengah lapangan sebagai simbol hilangnya jiwa Singa di tubuh Arema. dan hampir semua Aremania menyanyikan satu lagu, menuntut mundur RD dari kepelatihan Arema.
Meski tak ada korban jiwa, kerusuhan ini sempat membuat aparat keamanan bekerja keras dan menurunkan tim anjing pelacak. Bahkan ketika wasit Prasetyo Hadi meniup peluit akhir, wasit asal Gresik ini sempat menjadi incaran Aremania yang tidak puas. Beruntung wasit Hadi mendapat pengawalan kepolisian, yang langsung melindunginya masuk ke ruang ganti dengan aman.
Ditarget mundur, RD langsung berkomentar dirinya siap bertanggung jawab secara penuh apabila Arema tidak menjadi juara Liga Super Indonesia.
“Tanggung jawab saya untuk Arema adalah di liga. Jika kami tidak juara, seperti target saya dan manajemen, saya siap mundur,” kata RD usai pertandingan.
Liga Indonesia
Sebagian Pemain Persija Mogok Main Lantaran Gaji Belum Dilunasi
Isi Liburan, Pemain Persiba Bantul Kery Yudiono Pilih Main Musik
Pemain ISL Ditunggu Bergabung sampai 6 Januari
Ini Langkah PSSI Membentuk Timnas Indonesia
Klub-Klub ISL hanya Mengakui PSSI KLB Ancol

0 komentar:
Posting Komentar