Liputan6.com, Jakarta : Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) pertama pada hari ini, Minggu (27/1/2013), telah berhasil memindahkan atau mendistribusikan hujan. Seharusnya hujan itu jatuh di kawasan Jakarta, menjadi turun di kawasan Pandeglang, Banten.
"Hujan yang tadi seharusnya turun di Jakarta, akhirnya turun di Pandeglang," ujar Tri Handoko Seto dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sembari menujuk radar pemantau cuaca, di Posko Penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca, di Lapangan Udara Halim Perdana Kesuma, Jakarta, Minggu (27/1/2013).
Seto menjelaskan, hal itu dapat terjadi karena higroskopis (NaCl)/garam sebanyak lima (5) ton telah disebarkan menggunakan pesawat Hercules A1323. Skuadron Udara 31 Lanud Halim Perdana Kusuma, berhasil mencegat awan hujan (awan mendung) yang sedang menuju kawasan Jakarta. Tim sedang menjatuhkan kandungan airnya di kawasan Pandeglang, Banten.
Namun berdasarkan radar cuaca, Seto mengatakan bahwa awan hujan masih banyak masuk menuju kawasan Jakarta, sehingga pada hari ini, diadakan dua kali operasi modifikasi cuaca.
"Awan mendung masih masuk terus. Kita berupaya terus, supaya hujan tidak turun di Jakarta," ujar Seto, yang mengenakan kaus berkerah berwarna putih itu.
Hal itu pun dipertegas oleh salah satu petugas BMKG, yang juga berada di tempat itu, menurut petugas itu, intensitas hujan di Jakarta masih tinggi selama Februari sampai Maret, namun sifatnya seporadis, yang artinya tidak melanda semua kawasan, hanya pada beberapa kawasan saja.
"Sepanjang Februari-Maret, masih tinggi untuk curah hujan, namun sifatnya seporadis," ujarnya. "Dalam satu-dua hari ke depan, durah hujan di Jakarta, masih dalam intensitas ringan sampai sedang," imbuhnya. (Ism)
0 komentar:
Posting Komentar