Daftar Isi

Kisah Cinta Marzuki - Asmawati

Posted by Blog Pribadi Ilham Kusumaning on Minggu, 10 Februari 2013

MERDEKA.COM


Sehari-hari, pria kelahiran Palembang 6 November 1955 itu selalu disibukkan dengan urusan rakyat. Iya, pengabdian Marzuki Alie setelah dilantik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2009-2014, membuatnya harus maksimal bekerja untuk dan atas nama rakyat Indonesia.

Lompatan karier politik Marzuki terbilang fenomenal. Setelah memutuskan merapat ke Partai Demokrat 2002 silam, pria yang jago matematika saat SMA itu langsung menduduki jabatan strategis, sebagai majelis pertimbangan daerah Partai Demokrat Sumatera Selatan.

Setahun kemudian, dia didaulat sebagai fungsionaris dewan pimpinan pusat Partai Demokrat. 2004 Dia menjadi salah satu kunci utama kemenangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi presiden.

Kemudian tahun 2005, dia diangkat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Demokrat. Karier politiknya terus menanjak. Selain sebagai Ketua DPR, Marzuki juga menjadi orang kedua setelah SBY di jajaran dewan pertimbangan Demokrat.

Di balik keberhasilan seorang suami, terdapat peran penting istri. Begitulah kira-kira ungkapan yang pas, menggambarkan sosok Marzuki.

Masa kecil Marzuki hidup dalam suasana religius yang kental. Kegemaran memakai sarung dan peci, membentuk pribadi yang taat pada ajaran agama dan konsisten menegakkan kebenaran.

Kuatnya unsur agama dalam diri Marzuki, juga berpengaruh pada jalinan asmara yang dia jalani bersama Asmawati, wanita yang dipilih Marzuki sebagai pendamping hidup.

Sewaktu muda, keduanya merupakan mahasiswa yang menempuh pendidikan di Universitas Sriwijaya Palembang. Marzuki dan Asmawati kompak menyelesaikan SI di Fakultas Ekonomi, dan S2 Magister Manajemen bersama-sama.

Marzuki yang paham agama, tidak ingin terbuai dalam kehidupan remaja yang serba bebas kala itu. Dia akhirnya 'melengkungkan janur kuning' di kediaman Asmawati.

Selama mengarungi bahtera kehidupan rumah tangga dengan Asmawati, Marzuki menjadi pemimpin yang senantiasa membimbing istrinya. Ketika banyak keluarga yang terpengaruh oleh ideologi barat, seperti perayaan hari Valentine, mantan Direktur Utama PT Semen Baturaja itu mengaku tidak pernah merayakannya.

"Gak ada Valentine, gak ada hari-hari Valentine, orang Islam gak ada Valentine," kata Marzuki beberapa waktu lalu.

Memang, kasih sayang merupakan perbuatan yang tidak pantas hanya diperingati setahun sekali. Sebagai manusia yang memiliki hati dan perasaan, sudah seharusnya kasih sayang dilakukan setiap hari.

Marzuki memiliki banyak cara untuk memupuk rasa kasih sayang, dan menjaga hubungan harmonis dengan istrinya. Setiap tahun, dia selalu memberikan kejutan untuk istrinya.

"Oo itu (kado) nanti, kalau ulang tahun saja," kata Marzuki.

Kehadiran buah hati M Fadhiel Alie dan Fadiah Adliah membuat kehidupan rumah tangga Marzuki semakin sempurna.

Blog, Updated at: 02.17

0 komentar:

Posting Komentar

Ads 468x60px

Social Icons

Featured Posts